Indonesian
Friday 22nd of September 2017
code: 81599
Sisi Lain dari Kata “Ikhlas”



Dalam Hadist Qudsi-Nya, Allah pernah Berkhitob kepada

Nabi Musa as :

“Pernahkah kau melakukan suatu amalan dengan ikhlas

untuk-Ku?”

Musa menjawab, “Iya, aku solat untuk-Mu, puasa untuk-

Mu, bertasbih serta mengucap tahlil untuk-Mu.”

Kemudian Allah berfirman, “Solat itu adalah

keselamatan di atas siroth, puasa adalah terbebasnya

dari api neraka dan tasbih serta tahlil itu

meninggikan derajatmu di surga.”

Nabi pun menangis dan berkata, “Wahai Tuhanku,

tunjukkan kepadaku amalan yang dilakukan dengan ikhlas

untuk-Mu.”

Allah menjawab, “Sudahkah kau menolong orang yang

teraniaya? Sudahkah kau memberi pakaian orang yang

telanjang? Sudahkah kau memberi minum orang yang

kehausan? Sudahkah kau memuliakan orang yang berilmu?

Semua itu adalah amalan yang ikhlas untuk-Ku.

 

Semakin mendalami Islam, seseorang akan semakin

menemukan rahmat dan kasih sayang didalamnya. Hadist

Qudsi diatas ingin mengajarkan kepada kita bahwa

sebanyak apapun ibadah personal yang dilakukan seorang

hamba tidak akan berarti tanpa perhatiannya kepada

sesama.

Kita semua ingin meraih keridhoan Allah melalui ibadah

dan amalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, namun

semua itu akan sia-sia jika kita tidak peduli dengan

hamba-Nya yang lain. Bahkan derajat “ikhlas” pun

disiapkan bagi mereka yang peduli dengan sesamanya.

Islam adalah agama sempurna yang menggiring dunia pada

ketentraman dan kesejahteraan. Islam adalah solusi

bagi krisis kesejahteraan di muka bumi ini. Tanpa

Islam mustahil akan terwujud kedamaian, keadilan dan

ketentraman ditengah masyarakat.

Semoga kita dapat segera melihat kebangkitan islam dan

bendera kemuliaannya berkibar di atas bumi Allah ini.

Dan saat itulah, kedamaian dan kesejahteraan akan

dirasakan di penjuru dunia ini.

user comment
 

latest article

  Hasad
  Wara’ Dan Takwa (5)
  Konsep Insan Kamil dalam Perspektif Ibnu Arabi
  Mulla sadra dan pertanyaan tentang realitas (1)
  Irfan Teoritik Ibn ‘Arabî dalam Pandangan Mullâ Shadrâ(2)
  BERLEPAS DIRI DARI KEADAAN YANG BURUK DAN MENEKAN
  Wahabi Tidak Bisa Memungkiri Keutamaan Imam Ali as
  Akar Terorisme yang Mengatasnamakan Agama
  Larangan Allah Mendekati Perbuatan Keji
  Dahsyatnya Kasih Sayang Allah