Indonesian
Friday 28th of April 2017
code: 81606
Jutaan Rakyat Iran Peringati Kemenangan Revolusi Islam

Menurut Kantor Berita ABNA, pawai 22 Bahman ini digelar serentak di Tehran dan ribuan kota dan desa di seluruh Iran pada Jumat pagi, 10 Februari 2017. Di Tehran, ibukota Iran, pawai dimulai dari 10 rute dan bergerak ke arah Bundaran Azadi. Semua peserta meneriakkan slogan "Kemerdekaan, Kebebasan dan Republik Islam."

22 Bahman adalah simbol kemerdekaan, independensi, kebebasan dan puncak perkembangan rakyat Iran. Rakyat Iran–dengan persatuan, integrasi dan konvergensi– hadir kembali ke medan untuk mengatakan kepada musuh bahwa mereka selalu waspada dan siap untuk membela Revolusi Islam.

Beberapa hari lalu, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menegaskan, rakyat Iran akan menjawab ancaman Amerika Serikat di hari 22 Bahman. Sekitar 230 wartawan dan jurnalis media-media asing dari 25 negara dunia meliput langsung pawai jutaan rakyat Iran untuk memperingati 22 Bahman.

Hassan Rouhani, Presiden Iran menyampaikan pidatonya di hadapan para peserta pawai di Bundaran Azadi Tehran. Di akhir pawai tersebut dibacakan deklarasi nasional "Yaumullah 22 Bahman.

Ratusan tamu asing dari berbagai negara dunia yang pada umumnya adalah tokoh-tokoh dan cendekiawan, politisi serta orang-orang yang berpengaruh di negara-negara Eropa menjadi tamu istimewa dalam pawai akbar 22 Bahman di Tehran. (Parstoday)

Berikut ini sejumlah tokoh penting Iran yang turut dalam pawai akbar 22 Bahman:

user comment
 

latest article

  PBB Kutuk Aksi Terorisme yang Targetkan Pengungsi Suriah
  Persiapan Pelayanan Haji 2017 Menunjukkan Perbaikan Signifikan
  Hauzah Najaf dan Al-Azhar Mesir Gagas Persatuan Sunni-Syiah
  Korban Teror Bom di 2 Gereja Mesir: 37 Tewas, 100 Luka
  Orang Tak Dikenal Serang Dua Polisi di Mapolres Banyumas
  Proses Penyucian Kubah Makam Imam Ali As Sambut Peringatan Wiladahnya
  Gempa 6 SR Guncang Kota Masyhad, 2 Warga Meninggal Dunia
  Teror Truk Tabrak Kerumunan Orang di Swedia, 2 Orang Tewas
  Inilah Maklumat PWNU Jatim dalam Istighotsah Kubro
  Mengapa Saya Tidak Menolak Syiah?