Indonesian
Wednesday 29th of March 2017
code: 81617
Ketegasan Sekjen Hizbullah Mendukung Suriah

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Sayyid Hassan Nasrullah menyatakan, Hizbullah dan Iran mendukung gencatan senjata Suriah yang disepakati dalam perundingan di Astana, ibukota Kazakhstan, dan mengecam laporan sebaliknya oleh sejumlah media.

Sayyid Nasrullah mengemukakan pernyataan itu di kota Baalbek, Lebanon selatan, Ahad sore (12/02/2017) dalam sebuah acara menggenang anggota senior Hizbullah, mendiang Sheikh Hussein Obeid.

Sejumlah media Arab mengklaim Hizbullah menolak gencatan senjata Suriah yang disimpulkan dalam perundingan di Astana. "Hizbullah dan Iran mendukung gencatan senjata, rekonsiliasi, dan penyelesaian politik di Suriah, sementara beberapa negara Arab masih mendukung opsi militer," tutur Sayyid Nasrullah

Sekjen Hizbullah mencatat bahwa gerakan muqawama ini bekerjasama dengan pemerintah Suriah untuk menemukan cara mengakhiri krisis kemanusiaan di Foua dan Kefraya serta kota-kota Suriah lainnya.

Nasrullah menepis laporan tentang rencana Hizbullah melakukan perubahan demografi di Suriah dan mengatakan, "Kami dengan tegas menolak tuduhan yang dilontarkan mereka yang mengklaim bahwa Hizbullah dan pemerintah Suriah mengupayakan perubahan demografi di kota-kota Suriah."

Di bagian lain sambutannya, Nasrullah menyatakan bahwa keberhasilan militer baru-baru ini oleh pasukan Suriah, terutama di Aleppo, telah memberikan kontribusi dalam memulihkan keamanan di banyak kota di seluruh negeri 

Nasrullah menegaskan bahwa pembebasan Aleppo mengubah arah transformasi di dalam wilayah Suriah dan membuka peluang untuk dialog antara pemerintah dan perwakilan dari kelompok-kelompok bersenjata.

Menyinggung situasi pengungsi Suriah, Sekjen Hizbullah mencatat, pengungsi Suriah harus diyakinkan untuk kembali ke negara mereka.

Ditambahkannya bahwa semua pihak Lebanon harus mengurus para pengungsi Suriah, yang telah berlindung di negara mereka selama enam tahun terakhir, dengan cara-cara kemanusiaan dan membantu mereka kembali ke kota mereka di negara asal mereka. 

Nasrullah menyatakan bahwa pemerintah Lebanon harus menjalin kontak dengan rekan-rekan mereka di Suriah guna mengakhiri krisis pengungsi Suriah. Nasrullah juga memuji upaya militer dan pasukan keamanan Lebanon dalam melindungi negara di hadapan segala bentuk ancaman, dan menyeru partai-partai politik untuk berkontribusi bagi perdamaian di negara itu. 

Dia juga menepis ancaman oleh Presiden baru Amerika Serikat Donald Trump, dan bahwa Hizbullah tidak khawatir atas munculnya seorang presiden "bodoh" di Gedung Putih dan menganggapnya sebagai berita baik bagi orang-orang yang tertindas di seluruh dunia.

user comment
 

latest article

  Ledakan Bom di Dekat Makam Sayidah Sakinah di Damaskus Renggut 40 Nyawa
  Kemenag Tetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus 2017 Minimal 8.000 Dollar AS
  Arab Saudi Halangi Solusi Politik di Yaman
  Ketua DPD RI ZIarahi Makam Sayidah Maksumah di Qom
  Tutup KTT, Presiden Jokowi Dorong IORA Prakarsai Solusi Praktis Hadapi Tantangan Nyata
  Lembaga Agama Diminta Aktif Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan
  Desain Budaya Musuh Lebih Berbahaya daripada Konspirasi Keamanan
  Seruan Ulama Bahrain untuk Aksi Besar-besaran Bela Syaikh Isa Qasim
  Israel Hentikan Visa untuk Pendukung Gerakan Boikot
  Syeikh Hassoun Tuding Turki Bantai Warga Suriah di Al Bab