Indonesian
Monday 20th of February 2017
code: 81617
Ketegasan Sekjen Hizbullah Mendukung Suriah

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Sayyid Hassan Nasrullah menyatakan, Hizbullah dan Iran mendukung gencatan senjata Suriah yang disepakati dalam perundingan di Astana, ibukota Kazakhstan, dan mengecam laporan sebaliknya oleh sejumlah media.

Sayyid Nasrullah mengemukakan pernyataan itu di kota Baalbek, Lebanon selatan, Ahad sore (12/02/2017) dalam sebuah acara menggenang anggota senior Hizbullah, mendiang Sheikh Hussein Obeid.

Sejumlah media Arab mengklaim Hizbullah menolak gencatan senjata Suriah yang disimpulkan dalam perundingan di Astana. "Hizbullah dan Iran mendukung gencatan senjata, rekonsiliasi, dan penyelesaian politik di Suriah, sementara beberapa negara Arab masih mendukung opsi militer," tutur Sayyid Nasrullah

Sekjen Hizbullah mencatat bahwa gerakan muqawama ini bekerjasama dengan pemerintah Suriah untuk menemukan cara mengakhiri krisis kemanusiaan di Foua dan Kefraya serta kota-kota Suriah lainnya.

Nasrullah menepis laporan tentang rencana Hizbullah melakukan perubahan demografi di Suriah dan mengatakan, "Kami dengan tegas menolak tuduhan yang dilontarkan mereka yang mengklaim bahwa Hizbullah dan pemerintah Suriah mengupayakan perubahan demografi di kota-kota Suriah."

Di bagian lain sambutannya, Nasrullah menyatakan bahwa keberhasilan militer baru-baru ini oleh pasukan Suriah, terutama di Aleppo, telah memberikan kontribusi dalam memulihkan keamanan di banyak kota di seluruh negeri 

Nasrullah menegaskan bahwa pembebasan Aleppo mengubah arah transformasi di dalam wilayah Suriah dan membuka peluang untuk dialog antara pemerintah dan perwakilan dari kelompok-kelompok bersenjata.

Menyinggung situasi pengungsi Suriah, Sekjen Hizbullah mencatat, pengungsi Suriah harus diyakinkan untuk kembali ke negara mereka.

Ditambahkannya bahwa semua pihak Lebanon harus mengurus para pengungsi Suriah, yang telah berlindung di negara mereka selama enam tahun terakhir, dengan cara-cara kemanusiaan dan membantu mereka kembali ke kota mereka di negara asal mereka. 

Nasrullah menyatakan bahwa pemerintah Lebanon harus menjalin kontak dengan rekan-rekan mereka di Suriah guna mengakhiri krisis pengungsi Suriah. Nasrullah juga memuji upaya militer dan pasukan keamanan Lebanon dalam melindungi negara di hadapan segala bentuk ancaman, dan menyeru partai-partai politik untuk berkontribusi bagi perdamaian di negara itu. 

Dia juga menepis ancaman oleh Presiden baru Amerika Serikat Donald Trump, dan bahwa Hizbullah tidak khawatir atas munculnya seorang presiden "bodoh" di Gedung Putih dan menganggapnya sebagai berita baik bagi orang-orang yang tertindas di seluruh dunia.

user comment
 

latest article

  Pengakuan Mengejutkan Anggota ISIS yang Tertangkap Tentara Irak
  Kelompok Yahudi Anti Zionis Kecam Kedatangan PM Israel di Washington
  Gelombang Aksi Tuntut Pembebasan Syaikh Zakzaky Masih Terus Berlangsung di Nigeria
  Jemaah Masjid Quebec Korban Terorisme Dimakamkan, PM Kanada Menangis
  Komunitas Ahlul Bait London adakan Kampanye Bantu Masyarakat Miskin
  Ayatullah Makarim Shirazi Sebut Persatuan Islam Kebutuhan yang Mendesak
  Ancaman Perang Militer, Senjata yang Selalu Diulang AS
  Aktivis Muslim Swedia Protes Bungkamnya Dunia atas Kezaliman di Bahrain
  Ketegasan Sekjen Hizbullah Mendukung Suriah
  50 Orang Alami Keracunan Gas di Bandara Hamburg Ratusan Orang Terpaksa di Evakuasi