Indonesian
Saturday 29th of April 2017
code: 81677
IHSAN

Makna filosofis dari melihat adalah menyatunya antara subjek yang melihat dan objek yang dilihat. Itu mungkin sebabnya sehingga ihsan ditempatkan pada hirarki yang paling tinggi setelah iman dan Islam. Karena hanya dengan iman dan Islam-lah seseorang bisa melihat-Nya dengan jelas di semua hal dan di semua keadaan. Bukankah Dia sendiri yang telah berfirman: “Kursi-Nya meliputi seluruh langit dan bumi.” (2:255) Atau: “Kemana saja engkau menghadap maka di sanalah Wajah-Nya.” (2:115)

Nah, ketika ihsan juga bermakna kebaikan, berarti kebaikan yang dimaksud bukan hanya perbuatan lahiriahnya, tapi juga termasuk perbuatan batin yang mendasari perbuatan lahiriah tersebut. Yaitu, bahwa yang dilihat mata lahir adalah makhluk, tapi yang dilihat mata batin adalah Khaliq. Sehingga yang dilihat mata lahir ialah benda-benda yang banyak, terpisah-pisah dan mandiri. Tapi yang dilihat mata batin ialah satu kesatuan; satu kesatuan di antara sesama benda-benda itu, dan satu kesatuan antara benda-benda itu dan Khaliqnya. Namanya tauhid penciptaan.

Dalam Alquran, ihsan umumnya digunakan dalam pengertian bakti kepada orang tua, dan disusulkan setelah larangan mempersekutukan Allah (2:83, 4:36, 17:23, 46:15). Dan tentu cakupan serta nilai kebaikan kepada orang tua harus lebih besar ketimbang kepada manusia yang lain.

Sementara dalam kehidupan masyarakat, perintah ihsan diletakkan menyusul perintah menegakkan keadilan. Artinya, nanti disebut ihsan manakala perbuatan baik itu didahului oleh tegaknya keadilan. Perbuatan baik tanpa keadilan hanyalah topeng belaka untuk mengecoh anggota masyarakat.

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَآىِٕ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

"Sesungguhnya Allah menyuruh (kalian) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kalian dapat mengambil pelajaran." (QS. 16:90)

*Muhammad Rusli Malik
(Penulis Tafsir Al-Barru)

user comment
 

latest article

  Saya Menghafal Al-Quran dengan Bertaklid dan Tanpa Pengetahuan
  8 Pelajaran Hidup dari Sang Maha Guru
  Beberapa penggal kisah Imam Musa Al-Kadhim as
  Imam Musa Al-kadzim dan penghormatan Harun al-Rasyid
  Imam Baqir as Dalam Pandangan Ulama Sunnah
  Sayidah Zainab dan Ketegaran Sejati
  Ali bin Abi Thalib di Mata Ibnu Taimiyah
  Ali bin Abi Thalib dan Tasawuf
  Ketika Imam Ali As Memasrahkan Dirinya kepada Allah Swt
  Mengenal Epistemologi (1)