Indonesian
Sunday 25th of June 2017
code: 81677
IHSAN

Makna filosofis dari melihat adalah menyatunya antara subjek yang melihat dan objek yang dilihat. Itu mungkin sebabnya sehingga ihsan ditempatkan pada hirarki yang paling tinggi setelah iman dan Islam. Karena hanya dengan iman dan Islam-lah seseorang bisa melihat-Nya dengan jelas di semua hal dan di semua keadaan. Bukankah Dia sendiri yang telah berfirman: “Kursi-Nya meliputi seluruh langit dan bumi.” (2:255) Atau: “Kemana saja engkau menghadap maka di sanalah Wajah-Nya.” (2:115)

Nah, ketika ihsan juga bermakna kebaikan, berarti kebaikan yang dimaksud bukan hanya perbuatan lahiriahnya, tapi juga termasuk perbuatan batin yang mendasari perbuatan lahiriah tersebut. Yaitu, bahwa yang dilihat mata lahir adalah makhluk, tapi yang dilihat mata batin adalah Khaliq. Sehingga yang dilihat mata lahir ialah benda-benda yang banyak, terpisah-pisah dan mandiri. Tapi yang dilihat mata batin ialah satu kesatuan; satu kesatuan di antara sesama benda-benda itu, dan satu kesatuan antara benda-benda itu dan Khaliqnya. Namanya tauhid penciptaan.

Dalam Alquran, ihsan umumnya digunakan dalam pengertian bakti kepada orang tua, dan disusulkan setelah larangan mempersekutukan Allah (2:83, 4:36, 17:23, 46:15). Dan tentu cakupan serta nilai kebaikan kepada orang tua harus lebih besar ketimbang kepada manusia yang lain.

Sementara dalam kehidupan masyarakat, perintah ihsan diletakkan menyusul perintah menegakkan keadilan. Artinya, nanti disebut ihsan manakala perbuatan baik itu didahului oleh tegaknya keadilan. Perbuatan baik tanpa keadilan hanyalah topeng belaka untuk mengecoh anggota masyarakat.

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَآىِٕ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

"Sesungguhnya Allah menyuruh (kalian) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kalian dapat mengambil pelajaran." (QS. 16:90)

*Muhammad Rusli Malik
(Penulis Tafsir Al-Barru)

user comment
 

latest article

  Majma Jahani Ahlul Bait as Serukan Umat Islam Ramaikan Hari Al-Quds
  Peran Puasa Dalam Tazkiyah Nafs (8)
  Hakikat Zuhud
  Apakah Allah swt memperbolehkan meminta pertolongan kepada para Wali dalam berbagai kesulitan?
  Enam Syarat Penjamin Surga
  Aktivitas Qur'ani Malam Ramadhan di Haram Imam Ridha as Iran
  Amalan-amalan Malam Lailatul Qadr
  SYAHADAH IMAM ALI BIN ABU THALIB AS
  Sikap Ali bin Abi Thalib terhadap Khalifah dan Kekhalifahan yang ada
  SYAHADAH PUTERA KA'BAH