Indonesian
Friday 28th of April 2017
code: 81682
Lembaga Agama Diminta Aktif Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan

Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2017 menunjukkan fakta bahwa kasus kekerasan terhadap masih terus berulang sepanjang tahun 2016. Wakil ketua Komnas Perempuan Yuniyanti Chuzaifah mengatakan, kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi selama 2016 cenderung menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, dari sisi realitas, belum bisa disimpulkan bahwa fenomena kekerasan terhadap perempuan juga menurun. Menurut Yuniyanti, penegakan hukum tidak cukup untuk melindungi perempuan dari tindakan kekerasan. Pemahaman atas isu-isu kekerasan terhadap perempuan mutlak diperlukan sebagai upaya pencegahan. Salah satunya melalui lembaga-lembaga atau ormas keagamaan.

"Lembaga agama harus bisa menyosialisasikan isu-isu kekerasan terhadap perempuan. Hal tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pencegahan," ujar Yuniyanti saat ditemui di kantor Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/2017).

Yuniyanti menuturkan, kebijakan memberikan dispensasi perkawinan adalah ruang penyuburan dan pelanggengan perkawinan anak. Berdasarkan catatan Komnas Perempuan, tahun ini terdapat 8.488 perkara dispensasi perkawinan yang dikabulkan oleh pengadilan agama. Artinya ada 8.488 perkawinan anak di bawah umur yang disahkan oleh negara.

Praktik perkawinan anak, kata Yuniyanti, berkontribusi pada angka kekerasan terhadap perempuan. "Putusan MK (Mahkamah Konstitusi) menolak permohonan uji materi untuk menaikkan batas usia perkawinan anak turut mengukuhkan praktik perkawinan anak dan kekerasan terhadap anak perempuan," ucapnya.

Catatan Tahunan 2017 Komnas Perempuan mendokumentasikan kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi selama 2016. Hasilnya, terdapat 259.150 jumlah kekerasan terhadap perempuan.

Sebanyak 245.548 kasus diperoleh dari 358 Pengadilan Agama dan 13.602 kasus yang ditangani oleh 233 lembaga mitra pengadaan layanan yang tersebar di 34 Provinsi. Di ranah personal, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menempati peringkat pertama dengan 5.784 kasus. Disusul kekerasan dalam pacaran 2.17

user comment
 

latest article

  PBB Kutuk Aksi Terorisme yang Targetkan Pengungsi Suriah
  Persiapan Pelayanan Haji 2017 Menunjukkan Perbaikan Signifikan
  Hauzah Najaf dan Al-Azhar Mesir Gagas Persatuan Sunni-Syiah
  Korban Teror Bom di 2 Gereja Mesir: 37 Tewas, 100 Luka
  Orang Tak Dikenal Serang Dua Polisi di Mapolres Banyumas
  Proses Penyucian Kubah Makam Imam Ali As Sambut Peringatan Wiladahnya
  Gempa 6 SR Guncang Kota Masyhad, 2 Warga Meninggal Dunia
  Teror Truk Tabrak Kerumunan Orang di Swedia, 2 Orang Tewas
  Inilah Maklumat PWNU Jatim dalam Istighotsah Kubro
  Mengapa Saya Tidak Menolak Syiah?