Indonesian
Tuesday 21st of November 2017
code: 81726
Jutaan Rakyat Yaman Kutuk Dua Tahun Agresi Arab Saudi
"Perlu Arab Saudi ketahui, Abdurrahman Mansour al-Hadi beserta kabinetnya tidak lagi punya tempat di negeri ini. Bagi rakyat Yaman, mereka adalah pengkhianat negara dan tidak lagi punya legalitas dan hak untuk mengatasnamakan rakyat Yaman."

Menurut Kantor Berita ABNA, ratusan ribu rakyat Yaman menggelar demonstrasi besar-besaran mengutuk dua tahun agresi Arab Saudi ke negeri mereka ahad (26/3). Bundaran al-Sabin di kota Shanaa Yaman dipadati lautan manusia yang menuntut agar Arab Saudi menghentikan upaya mereka mengintervensi dan ikut campur dengan urusan politik dan masa depan Yaman. 

Hadir menyampaikan orasinya ditengah-tengah lautan manusia, Sayid Abdul Malik al-Hauthi pemimpin besar gerakan Ansharullah dan Ali Abdul Malik Shalih, mantan presiden Yaman. Kedua tokoh tersebut menegaskan tidak akan mundur dan menyerah pada kehendak asing yang merontong kedaulatan negeri mereka. 

Ali Abdul Malik Saleh dalam orasinya berkata, "Arab Saudi telah membawa bencana kemanusiaan di negeri kita. Tujuan mereka satu, hendak mengatur kehidupan dan masa depan bangsa Yaman. Bukannnya memediasi dan mendorong diadakannya dialog untuk membicarakan masa depan Yaman sebagaimana yang dikehendaki rakyat, Saudi malah mengajak 16 negara untuk menginvasi negeri kita. Saudi telah menyulut pertikaian mazhab dan antar kabilah. Itu semua tidak sedikitpun memberi keuntungan bagi rakyat Yaman."

"Dengan kemampuan dan apapun yang kami punyai, kami akan terus berhadapan dengan arogansi Arab Saudi dengan negara-negara sekutunya." Tegas mantan presiden Yaman sebelum Mansour Hadi tersebut. 

"Rakyat Yaman telah menanggung penderitaan, setelah dua tahun agresi Saudi ini. Pembantaian warga sipil, penghancuran dan pengrusakan infrastuktur vital masih terus Saudi gencarkan untuk membuat bangsa ini takluk. Namun mereka sampai detik ini belum juga berhasil mencapai target, meskipun telah menempuh berbagai cara bahkan dengan cara-cara yang terlarang dan melanggar hukum internasional." Tambahnya. 

"Perlu Arab Saudi ketahui, Abdurrahman Mansour al-Hadi beserta kabinetnya tidak lagi punya tempat di negeri ini. Bagi rakyat Yaman, mereka adalah pengkhianat negara dan tidak lagi punya legalitas dan hak untuk mengatasnamakan rakyat Yaman." Tegas Malik Saleh. 

Sementara itu, Abdul Malik al-Houthi dalam orasinya menyebutkan, masa depan Yaman berada ditangan rakyatnya sendiri dan tidak ditentukan oleh pihak-pihak asing. Ia berkata, "Arab Saudi yang menjadi kaki tangan Amerika Serikat sampai detik ini belum juga berhasil mencapai targetnya  di Yaman. Ini semua berkat kesabaran dan keteguhan rakyat Yaman, yang lebih mencintai kemerdekaan, harga diri, kemandirian daripada hidup dalam keterjajahan."

Dalam lanjutan orasinya, pemimpin Gerakan Ansharullah tersebut menegaskan perjuangan rakyat Yaman akan terus berlanjut dan tidak akan terhenti, meski dalam perjuangan tersebut, telah menelan ribuan korban jiwa dari kalangan sipil. Pekan terakhir Maret tahun 2015, Arab Saudi melancarkan agresinya atas Yaman dengan dalih ingin mengembalikan posisi Mansour al-Hadi sebagai presiden Yaman setelah sebelumnya  tersingkir oleh gerakan rakyat. Agresi Arab Saudi selama dua tahun tersebut telah menelan ribuan korban jiwa dari kalangan sipil khususnya anak-anak. 

user comment
 

latest article

  Salah Seorang Komandan Hasyd al-Syu'ba Gugur Akibat Ranjau di Kota Rawa Irak
  Ideologi Pancasila Harus Terus Disampaikan kepada Anak-Anak
  Presiden Jokowi Hadiri Gala Dinner KTT APEC
  Yang Naik kepada Allah itu Iman atau Amal Sholeh?
  Haram Imam Ridha as Sambut dan Layani 20 Ribu Peziarah Pakistan
  Helikopter Saudi Jatuh Dekat Perbatasan Yaman, Sejumlah Pejabat Tewas
  Lagi, Kiai Said dan Habib Luthfi Masuk 50 Teratas Muslim Berpengaruh Sedunia
  Pasdaran Menumpas Teroris Dukungan AS
  Diterima Presiden, Pengurus Persekutuan Gereja Pentakosta Dukung Program Pemerintah
  Ratusan Muslim Syiah Nigeria Gelar Aksi Tuntut Pembebasan Syaikh Zakzaky