Indonesian
Monday 24th of July 2017
code: 81726
Jutaan Rakyat Yaman Kutuk Dua Tahun Agresi Arab Saudi
"Perlu Arab Saudi ketahui, Abdurrahman Mansour al-Hadi beserta kabinetnya tidak lagi punya tempat di negeri ini. Bagi rakyat Yaman, mereka adalah pengkhianat negara dan tidak lagi punya legalitas dan hak untuk mengatasnamakan rakyat Yaman."

Menurut Kantor Berita ABNA, ratusan ribu rakyat Yaman menggelar demonstrasi besar-besaran mengutuk dua tahun agresi Arab Saudi ke negeri mereka ahad (26/3). Bundaran al-Sabin di kota Shanaa Yaman dipadati lautan manusia yang menuntut agar Arab Saudi menghentikan upaya mereka mengintervensi dan ikut campur dengan urusan politik dan masa depan Yaman. 

Hadir menyampaikan orasinya ditengah-tengah lautan manusia, Sayid Abdul Malik al-Hauthi pemimpin besar gerakan Ansharullah dan Ali Abdul Malik Shalih, mantan presiden Yaman. Kedua tokoh tersebut menegaskan tidak akan mundur dan menyerah pada kehendak asing yang merontong kedaulatan negeri mereka. 

Ali Abdul Malik Saleh dalam orasinya berkata, "Arab Saudi telah membawa bencana kemanusiaan di negeri kita. Tujuan mereka satu, hendak mengatur kehidupan dan masa depan bangsa Yaman. Bukannnya memediasi dan mendorong diadakannya dialog untuk membicarakan masa depan Yaman sebagaimana yang dikehendaki rakyat, Saudi malah mengajak 16 negara untuk menginvasi negeri kita. Saudi telah menyulut pertikaian mazhab dan antar kabilah. Itu semua tidak sedikitpun memberi keuntungan bagi rakyat Yaman."

"Dengan kemampuan dan apapun yang kami punyai, kami akan terus berhadapan dengan arogansi Arab Saudi dengan negara-negara sekutunya." Tegas mantan presiden Yaman sebelum Mansour Hadi tersebut. 

"Rakyat Yaman telah menanggung penderitaan, setelah dua tahun agresi Saudi ini. Pembantaian warga sipil, penghancuran dan pengrusakan infrastuktur vital masih terus Saudi gencarkan untuk membuat bangsa ini takluk. Namun mereka sampai detik ini belum juga berhasil mencapai target, meskipun telah menempuh berbagai cara bahkan dengan cara-cara yang terlarang dan melanggar hukum internasional." Tambahnya. 

"Perlu Arab Saudi ketahui, Abdurrahman Mansour al-Hadi beserta kabinetnya tidak lagi punya tempat di negeri ini. Bagi rakyat Yaman, mereka adalah pengkhianat negara dan tidak lagi punya legalitas dan hak untuk mengatasnamakan rakyat Yaman." Tegas Malik Saleh. 

Sementara itu, Abdul Malik al-Houthi dalam orasinya menyebutkan, masa depan Yaman berada ditangan rakyatnya sendiri dan tidak ditentukan oleh pihak-pihak asing. Ia berkata, "Arab Saudi yang menjadi kaki tangan Amerika Serikat sampai detik ini belum juga berhasil mencapai targetnya  di Yaman. Ini semua berkat kesabaran dan keteguhan rakyat Yaman, yang lebih mencintai kemerdekaan, harga diri, kemandirian daripada hidup dalam keterjajahan."

Dalam lanjutan orasinya, pemimpin Gerakan Ansharullah tersebut menegaskan perjuangan rakyat Yaman akan terus berlanjut dan tidak akan terhenti, meski dalam perjuangan tersebut, telah menelan ribuan korban jiwa dari kalangan sipil. Pekan terakhir Maret tahun 2015, Arab Saudi melancarkan agresinya atas Yaman dengan dalih ingin mengembalikan posisi Mansour al-Hadi sebagai presiden Yaman setelah sebelumnya  tersingkir oleh gerakan rakyat. Agresi Arab Saudi selama dua tahun tersebut telah menelan ribuan korban jiwa dari kalangan sipil khususnya anak-anak. 

user comment
 

latest article

  Tentara Iran Berhasil Halau Teroris di Perbatasan
  30 Anggota ISIS Tewas Diterjang Jet Tempur Mesir di Sina
  3 Warga Palestina Syahid di Masjid Al-Aqsa, Indonesia Kutuk Ulah Israel
  Terkena Wabah Kolera, Penderitaan Rakyat Yaman Makin Bertambah
  Pemerintah Sudah Tepat Bubarkan HTI
  Ulama Sulsel Bahas Perppu Ormas dengan Presiden
  Pernyataan Sikap Ormas Islam Ahlulbait Indonesia (ABI) Tentang Kebrutalan Rezim Zionis Di Masjid Al-Aqsa
  Majelis Ulama Bahrain Keluarkan Pernyataan Keras Tolak UU Keluarga yang Disahkan Parlemen
  Pesan Kiai Said dalam Halal Bihalal Muslimat NU
  Dukungan kepada Teroris, Hakikat Utama AS