Indonesian
Thursday 25th of May 2017
code: 81818
Amalan Malam dan Siang Nisfu Sya'ban

Nisfu Sya'ban (Bahasa Arab: النصف من شعبان) atau pertengahan bulan Sya'ban adalah diantara perayaan terbesar umat Islam Syiah yang jatuh pada hari ke-15 bulan Sya'ban. Hari tersebut diperingati umat Islam Syiah sebagai hari kelahiran Imam ke-12 Syiah. Pada sebagian riwayat, malam pertengahan Sya'ban adalah malam paling mulia setelah malam al-Qadr. Umat Islam Syiah menjadikan malam pertengahan Sya'ban sebagai malam untuk beribadah semalam suntuk dengan menghidupkan amalan-amalan sunnah. Sebagian Ahlusunnah dan kelompok-kelompok tarikat juga meyakini malam pertengahan Sya'ban memiliki fadhilah dan keutamaan yang sangat besar.

Perayaan malam Sya'ban adalah diantara perayaan besar bagi umat Islam Syiah yang berkaitan dengan malam kelahiran Imam Mahdi Afs. Pada malam tersebut umat Islam Syiah diseluruh dunia mengadakan perayaan. Di Iran, perayaan malam Nisfu Sya'ban dipusatkan di Masjid Jamkaran, demikian pula di tempat-tempat suci di Karbala, Najaf, Samara di Irak. 15 Sya'ban dijadikan sebagai hari libur resmi dan ditetapkan sebagai hari kaum Mustadh'afin se dunia.

Nisfu Sya'ban dalam Riwayat

Diriwayatkan dari Nabi Muhammad Saw dan para Imam Maksum Syiah mengenai keutamaan menghidupkan malam Nisfu Sya'ban dengan beribadah didalamnya. Diantaranya disebutkan dalam riwayat, "Malaikat Jibril As membangunkan Nabi Muhammad Saw pada malam Nisfu Sya'ban dan memesankan kepadanya untuk mendirikan salat, membaca Al-Qur'an serta memperbanyak doa dan istighfar." [1] Pada riwayat lain disebutkan, salah seorang istri Nabi Muhammad Saw menceritakan Nabi Muhammad Saw melakukan ibadah khusus dengan memperpanjang sujudnya pada malam Nisfu Sya'ban. [2] Dari riwayat juga disebutkan Imam Ali As dan Imam Shadiq As memiliki amalan khusus dalam menghidupkan malam Nisfu Sya'ban. [3]

Pada bagian lain dari sejumlah riwayat yang ada mengenai keutamaan malam Nisfu Sya'ban disebutkan sebagai malam kelahiran Imam Mahdi Afs, hujjah terakhir Allah Swt di muka bumi untuk semua manusia. [4]

Nama lain Malam Nisfu Sya'ban

1. Barat (برات ). Barat secara etimologi bermakna nota atau surat yang dibuat sebagai bukti atas pengambilan uang atau barang berharga lainnya dari seseorang. Arti terminologinya yang dikaitkan malam Nisfu Sya;ban, adalah malam dimana Allah Swt memberikan nota atau surat pembebasan dari ancaman neraka Jahannam kepada hamba-hambaNya yang mengidupkan malam dengan ibadah pada malam itu. [5]
2. Lailatul Shikk (الصک ). Dalam bahasa Arab al-Shikk merupakan kata sinonim dari Barat (برات ).[6]
3. Barat Kandili. oleh orang-orang Turki, malam Nisfu Syaban lebih populer dengan sebutan Barat Kandili.
4. Malam pembebasan. Penyebutan ini lebih dikenal di negara-negara Islam di bagian selatan Asia. [7]

Peristiwa Penting yang Terjadi pada Malam Nisfu Sya'ban

Berdasarkan sejumlah riwayat sesuai dngan keyakinan mayoritas ulama Syiah, 15 Sya'ban [8] tahun 255 [9] atau 256 H [10] adalah hari kelahiran Imam Mahdi Afs dan wafatnya Ali bin Muhammad al-Samuri, wakil khusus Imam Mahdi Afs dan akhir masa ghaibah Shughra (329 H). [11]

Keutamaan Malam Nisfu Sya'ban

Sejumlah hadis mengenai keutamaan dan fadhilah malam dan hari Nisfu Sya'ban diriwayatkan dari Nabi Muhammad Saw dan Maksumin As. Berikut ini diantara fadhilahnya:

1. Pembukaan bagi semua kenikmatan dan pemaafan serta lautan kebaikan dan rezki pada malam Nisfu Sya'ban [12]
2. Ditetapkannya rezki dan ditentukannya ajal manusia. [13]
3. Dimaafkannya semua manusia, kecuali orang-orang musyrik, pelaku judi, yang memutuskan silaturahmi, pemabuk dan orang-orang yang gemar berlaku dosa. [14]
4. Malam terbaik setelah malam al-Qadr. [15]

Amalan-amalan yang Disunnahkan pada Nisfu Sya'ban

Amalan pada malam hari Nisfu Sya'ban:

1. Mandi yang dapat menggugurkan dosa-dosa
2. Menghidupkan malam dengan salat, doa dan istighfar
3. Membaca doa Kumail
4. Membaca Ziarah Imam Husain As yang dapat menjadi wasilah terampuninya dosa-dosa. Salah satu riwayat menyebutkan ruh 124 ribu Anbiyah As menziarahi Imam Husain As pada malam Nisfu Sya'ban. Jika tidak memungkinkan untuk menziarahi Imam Husain As di makamnya langsung di Karbala, maka dapat dilakukan dengan membaca doa ziarah pada tempat ketinggian yang diawali dengan menghadap ke kanan dan kekiri kemudian menghadapkan kepala ke langit dengan berucap: :اَلسَّلامُ عَلَیْكَ یا اَبا عَبْدِاللّهِ، اَلسَّلامُ عَلَیْكَ وَ رَحْمَةُالsetelah itu membaca doa berikut:
اَللّهُمَّ بِحَقِّ لَیْلَتِنا (هذِهِ) وَ مَوْلُودِها وَ حُجَّتِكَ وَ مَوْعُودِهَا الَّتى قَرَنْتَ اِلى فَضْلِها فَضْلاً فَتَمَّتْ كَلِمَتُكَ صِدْقاً وَ عَدْلاً لا مُبَدِّلَ لِكَلِماتِكَ وَلا مُعَقِّبَ لاِیاتِكَ نُورُكَ الْمُتَاَلِّقُ وَ ضِیاَّؤُكَ الْمُشْرِقُ وَ الْعَلَمُ النُّورُ فى طَخْیاَّءِ الدَّیْجُورِ الْغائِبُ الْمَسْتُورُ جَلَّ مَوْلِدُهُ وَ كَرُمَ مَحْتِدُهُ وَالْمَلاَّئِكَةُ شُهَّدُهُ وَاللّهُ ناصِرُهُ وَ مُؤَیِّدُهُ اِذا آنَ میعادُهُ وَالْمَلاَّئِكَةُ اَمْد ادُهُ سَیْفُ اللّهِ الَّذى لا یَنْبوُ وَ نُورُهُ الَّذى لا یَخْبوُ وَ ذوُالْحِلْمِ الَّذى لا یَصْبوُا مَدارُ الَّدهْرِ وَ نَوامیسُ الْعَصْرِ و َوُلاةُ الاْمْرِ وَالْمُنَزَّلُ عَلَیْهِمْ ما یَتَنَزَّلُ فى لَیْلَةِ الْقَدْرِ وَ اَصْحابُ الْحَشْرِ وَالنَّشْرِ تَراجِمَةُ وَحْیِهِ وَ وُلاةُ اَمْرِهِ وَ نَهْیِهِ اَللّهُمَّ فَصَلِّ عَلى خاتِمِهْم وَ قآئِمِهِمُ الْمَسْتُورِ عَنْ عَوالِمِهِمْ اَللّهُمَّ وَ اَدْرِكَ بِنا اءَیّامَهُ وَظُهُورَهُ وَقِیامَهُ وَاجْعَلْنا مِنْ اَنْصارِهِ وَاقْرِنْ ثارَنا بِثارِهِ وَاكْتُبْنا فى اَعْوانِهِ وَ خُلَصاَّئِهِ وَ اَحْیِنا فى دَوْلَتِهِ ناعِمینَ وَ بِصُحْبَتِهِ غانِمینَ وَ بِحَقِّهِ قآئِمینَ وَ مِنَ السُّوَّءِ سالِمینَ یا اَرْحَمَ الرّاحِمینَ وَالْحَمْدُلِلّهِ رَبِّ الْعالَمینَ وَ صَلَواتُهُ عَلى سَیِّدِنا مُحَمَّدٍ خاتَمِ النَّبِیّینَ وَ الْمُرْسَلینَ وَ عَلى اَهْلِ بَیْتِهِ الصّادِقینَ وَ عِتْرَتِهَ النّاطِقینَ وَالْعَنْ جَمیعَ الظّالِمینَ واحْكُمْ بَیْنَنا وَ بَیْنَهُمْ یا اَحْكَمَ الْحاكِمینَ النّاطِقینَ وَالْعَنْ جَمیعَ الظّالِمینَ واحْكُمْ بَیْنَنا وَ بَیْنَهُمْ یا اَحْكَمَ الْحاكِمینَ

5. Memperbanyak bacaan salawat.
Membaca doa berikut yang juga dibaca Nabi Muhammad Saw pada malam Nisfu Sya'ban:اَللّهُمَّ اقْسِمْ لَنا مِنْ خَشْیَتِكَ ما یَحُولُ بَیْنَنا وَ بَیْنَ مَعْصِیَتِكَ وَ مِنْ طاعَتِكَ ما تُبَلِّغُنا بِهِ رِضْوانَكَ وَ مِنَ الْیَقینِ ما یَهُونُ عَلَیْنا بِهِ مُصیباتُ الدُّنْیا اَللّهُمَّ اَمْتِعْنا بِاَسْماعِنا وَ اَبْصارِنا وَ قُوَّتِنا ما اَحْیَیْتَنا وَاجْعَلْهُ الْوارِثَ مِنّا وَاجْعَلْ ثارَنا عَلى مَنْ ظَلَمَنا وَانْصُرنا عَلى مَنْ عادانا تَجْعَلْ مُصیبَتَنا فى دینِنا وَلا تَجْعَلِ الدُّنْیا اَكْبَرَ هَمِّنا وَلا مَبْلَغَ عِلْمِنا وَلا تُسَلِّطْ عَلَیْنا مَنْ لا یَرْحَمُنا بِرَحْمَتِكَ یا اَرْحَمَ الرّاحِمینَ
6. Membaca zikir: سُبْحانَ اللّهِ, الْحَمْدُلِلّهِ., اللّهُ اَكْبَرُ, dan لا اِلهَ اِلا اللّهُ" 100 kali
7. Melakukan salat Ja'far ath-Thayyar.
8. Mendirikan salat 4 rakaat, yang disetiap rakaatnya membaca Al-Fatihah dan surah Al-Ikhlas 100 x setelah itu membaca doa berikut:
اَللّهُمَّ اِنّى اِلَیْكَ فَقیرٌ وَمِنْ عَذاِبكَ خائِفٌ مُسْتَجیرٌ اَللّهُمَّ لا تُبَدِّلْ اِسْمى وَلا تُغَیِّرْ جِسْمى وَلاتَجْهَدْ بَلاَّئى وَلا تُشْمِتْ بى اَعْداَّئى اَعُوذُ بِعَفْوِكَ مِنْ عِق ابِكَ وَ اَعُوذُ بِرَحْمَتِكَ مِنْ عَذابِكَ وَ اَعُوذُ بِرِضاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَ اَعُوذُبِكَ مِنْكَ جَلَّ ثَناَّؤُكَ اَنْتَ كَما اَثْنَیْتَ عَلى نَفْسِكَ وَ فَوْقَ ما یَقُولُ الْقآئِلُونَ.

Amalan pada siang hari:

1. Membaca ziarah Imam Zaman Afs.
2. Membaca doa untuk kemunculan segera Imam Zaman Afs.

Nisfu Sya'ban dalam Pandangan Ahlusunnah

Bukan hanya umat Islam Syiah yang meyakini Nisfu Sya'ban memiliki keutamaan besar melainkan juga dalam keyakinan Ahlusunnah khususnya kelompok-kelompok tarikat tasawuf. Diriwayatkan dalam sejumlah hadis dari Rasulullah Saw dan periwayatan dari sejumlah sahabat mengenai besarnya keutamaan beribadah pada malam Nisfu Sya'ban. [16] [17] [18] [19] [20]

Sebagian dari ulama Ahlusunnah meragukan kesahihan riwayat mengenai keutamaan Nisfu Sya'ban demikian pula diantaranya oleh Ibnu Taimiyah yang menjadi rujukan kaum Salafi, sehingga mengeluarkan fatwa bid'ahnya bagi kaum muslimin menghidupkan malam Nisfu Sya'ban dengan mendirikan salat 100 rakaat. [21] Oleh karena itu, ulama Salafi abad 14 dan 15 H seperti Tahanawi, Yusuf Qardhawi dan Muhammad Saleh Munjid mengeluarkan fatwa menghidupkan malam Nisfu Sya'ban dan melakukan peringatan di dalamnya adalah amalan tanpa dasar dan merupakan perbuatan bid'ah. [22] [23] [24]

Secara umum Ahlusunnah meyakini keutamaan dan fadhilah malam Nisfu Syaban. Bahwa menghidupkan malam Nisfu Sya'ban dengan amalan ibadah seperti membaca Al-Qur'an, mendirikan salat berjama'ah, memperbanyak doa, berpuasa pada hari Nisfu Sya'ban memiliki keutamaan besar diluar hari-hari lainnya. Malam Nisfu Sya'ban bagi mereka juga diyakini sebagai malam pembebasan dari api neraka. [25] [26] [27]

Mendirikan salat 100 rakaat atau salat al-Khair yang didalamnya dibaca 1000 kali surah Al-Ikhlas adalah diantara amalan sunnah yang dilakukan oleh Sunni dan Syiah pada malam Nisfu Sya'ban. [28] Pada sebagian wilayah Islam seperti di bagian selatan Asia hari Nisfu Sya'ban dirayakan dengan menziarahi kubur, berbagi makanan serta bersedekah pada orang yang membutuhkan. [29]

Lebih lengkapnya terutama untuk catatan kaki dan daftar pustaka bisa merujuk ke: http://id.wikishia.net/view/Nisfu_Sya'ban

user comment
 

latest article

  ISIS Klaim Pelaku Bom Bunuh Diri di Manchester Inggris
  Kiai Said dan Habib Luthfi Masuk Muslim Paling Berpengaruh Dunia 2017
  Majma Jahani Ahlul Bait as Kecam Keras Rezim Ali Khalifah atas Kekerasan yang Terjadi di Bahrain
  Iran Layak Disebut Negara Islam
  Qari Iran Raih Peringkat Terbaik di MTQ Internasional Malaysia
  Peringatan Hari Nakbah ke-69 Diwarnai Kericuhan
  Ulama Marja Taklid Serukan Rakyat Iran Berpartisipasi dalam Pemilu
  Pilpres Iran ke-12 Resmi Diadakan Hari ini
  Dunia Islam Harus Sadar, Rezim Saudi Berusaha Menghalangi Jalan Allah
  Menag Perintahkan Pimpinan PTKIN Cegah Faham Radikal Di Kampus