Indonesian
Thursday 25th of May 2017
code: 81820
Empat Wasiat bagi Wanita Hamil



Ibu dan Janinnya, Hubungan dan Keterkaitan Nasib

Seorang ibu harus tahu, bahwa masa kehamilan adalah masa yang sensitif dan menentukan nasib masa depan anaknya. Segala persoalan moral dan spiritual yang di laluinya semasa kehamilannya akan beralih kepada janin yang berada dalam perutnya.

Rasulullah saw bersabda: “Orang yang bahagia adalah yang berbahagia di perut ibunya dan orang yang sengsara adalah yang sengsara di perut ibunya”.[1] Maksudnya adalah bahwa seorang anak mendapatkan dasar-dasar kesengsaraan dan kebahagiaan pada pertumbuhan pertama di dalam perut ibunya. Hukum keturunan di samping memindahkan sifat-sifat bentuk tubuh dan fisik dari ayah dan ibu pada anak, juga sifat-sifat moral dan spiritual dari ibu berpindah ke janin sewaktu berada di perut ibunya. Untuk itu hendaknya bagi seorang ibu yang hamil untuk menjauhi sifat-sifat buruk dan hina seperti dengki, takabbur, dan sombong karena anak akan menyerap kandungan sifat-sifat tersebut selama dalam Rahim.

Menjauhi Maksiat dan Dosa

Seorang ibu hendaknya memperhatikan syarat-syarat komitmen terhadap syariat serta menjauhi maksiat dan dosa, lantaran hal tersebut mempunyai dampak yang besar dan langsung terhadap janin yang dikandungnya.

Dosa-dosa berperan aktif dalam tercemarnya jiwa, hati dan ruh janin. Dan dampaknya meningkat secara bertahap hingga menjadi manusia, sebagaimana yang di sifatkan oleh Allah swt dalam firmanNya:

“Kemudian akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk, karena mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya.”[2]

Menjauhi Makan Haram

Poin ini sama pentingnya dengan dua poin sebelumnya. Diantara penderitaan janin adalah pada saat daging, badan dan tulangnya terbentuk dari makanan haram. Persoalan ini (pengaruh makanan haram pada janin) memiliki dalil-dalil baik dari ayat dan riwayat, maupun dari bukti-bukti pengalaman nyata.

“Dalam Alquran Allah swt berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak-anak yatim dengan lalim, maka sebenarnya mereka memakan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke neraka sa’ir.”[3]

Dalam sebuah hadis Rasulullah saw bersabda: “Tidak masuk surga orang yang dagingnya tumbuh dari barang haram, neraka lebih layak baginya.”

Maka hendaknya bagi wanita hamil untuk menghindari makan-makanan haram. Adapun apabila terdapat syubhat pada makanan, maka hendaknya ia berlindung kepada Allah swt dengan tawassul, doa, merendahkan diri, dan membaca basmallah agar terhindar dari pengaruh yang merugikan dan kemungkinan bahaya baik bagi dirinya maupun janinnya.

Menghindari Emosi

Adapun pentingnya seorang wanita hamil untuk menghindari emosi, fanatisme yang berlebihan, dan kesedihan yang berlarut-larut, itu semua karena kondisi kejiwaan ini akan melekat pada janin yang berada di perut ibunya dan meninggalkan pengaruhnya yang penting padanya.

Kemarahan ibu hamil atau emosi jiwanya terkadang menurut hukum genetika menyebabkan pengaruh fisik dan memburukkan bentuk janin atau menyebabkan kelumpuhan. Terlebih lagi pengaruh kejiawaan yang mencetak bentuk kejiwaannya.

 

Catatan :

[1] Kanz al-Ummal hal. 490

[2] Ar-Rum: 10

[3] An-Nisa: 10

user comment
 

latest article

  Amanat Imam Ali as untuk Malik Al-Asytar Gubernur Mesir
  Kiat Memilih Suami dalam Islam
  Falasafah Ujian Ilahi
  Tanda-Tanda Sebelum Kemunculan Imam Mahdi afs
  Ramadan dimata Rahbar
  Faedah Shalawat kepada Nabi saww dan Keluarganya as dalam Alquran
  Penjasadan Amal
  Hadits Pilihan dari Imam Hasan Al-Mujtaba as
  Amalan Nisyfu Sya’ban
  Keteladanan Rasulullah Saww dalam Alquran