Indonesian
Wednesday 16th of August 2017
code: 81827
Amalan Nisyfu Sya’ban

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Ketika Muhammad Al-Baqir (sa) ditanyai tentang keutamaan malam Nishfu Sya’ban, beliau berkata: ‘malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang paling utama sesudah malam Al-Qadar; pada malam ini Allah menganugerahkan karunia-Nya dan mengampuni mereka dengan anugerah-Nya, maka bersungguh-sungguhlah kamu dalam mendekatkan diri kepada Allah pada malam ini. Karena malam ini adalah malam Allah bersumpah pada diri-Nya untuk tidak menolak permohonan orang yang memohon selama ia tidak memohon kemaksiatan kepada-Nya, dan Allah menjadikan malam ini malam kami Ahlul bait sebagaimana Dia menjadikan malam Al-Qadar adalah malam Nabi kita. Karena itulah, hendaknya kamu bersungguh-sungguh dalam berdoa dan memuji Allah swt’.”

Di antara keagungan dan keberkahan malam Nishfu Sya’ban adalah malam kelahiran Imam Mahdi (aj), yaitu waktu dini hari tahun 255 H. (Mafâtih Al-Jinân, bab 2, pasal 2)

Malam Nishfu Sya’ban

Ayah Ali bin Fadhal berkata: Aku pernah bertanya kepada Imam Ali Ar-Ridha (sa) tentang  malam Nishfu Sya’ban, beliau berkata: “Malam Nishfu Sya’ban adalah malam Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka dan mengampuni dosa-dosa.” Aku bertanya lagi: Apakah sebaiknya memperbanyak shalat sunnah di dalamnya lebih dari malam-malan yang lain? Beliau berkata: “Di dalamnya tidak ada sesuatu yang harus menjadi beban, tetapi jika kamu ingin melakukan sesuatu, maka hendaknya melakukan shalat Ja’far Ath-Thayyar (shalat tasbih). Dan Perbanyaklah di dalamnya zikir kepada Allah azza wa jalla, istighfar dan doa. Karena ayahku berkata: ‘Doa di dalamnya mustajabah.” (Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah: 45)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Ali bin Abi Thalib (sa) benar-benar mengosongkan dirinya pada empat malam dalam satu tahun: Malam pertama bulan Rajab, malam Idul Adhha, malam Idul Fitri, dan malam nishfu Sya’ban.”

Hadis ini bersumber dari Ahmad bin Idris dari Muhammad bin Yahya, dari Abu Ja’far Ahmad bin Abdullah dari ayahnya, dari Wahhab bin Wahhab, dari Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa). (Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah: 46)

Shalat Sunnah

Aisyah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: Pada malam ini (malam nishfu Sya’ban) kekasihku Jibril datang kepadaku dan berkata: wahai Muhammad, perintahkan pada umatmu: jika telah datang malam nishfu Sya’ban, hendaknya salah seorang dari mereka melakukan shalat sepuluh rakaat, setiap rakaat membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Ikhlash (10 kali).

Kemudian sujud sambil membaca:

اللهم لك سجد سوادي و جناني و بياضي يا عظيم كل عظيم اغفر ذنبي العظيم و إنه لا يغفر غيرك يا عظيم

 

Ya Allah, kepada-Mu sujud jiwa dan ragaku, wahai Yang Maha Agung dari semua yang agung, ampuni dosaku yang besar, karena tidak ada yang dapat mengampuninya selain-Mu wahai Yang Maha Agung.

Jika ia telah melakukannya, Allah menghapus tujuh puluh dua ribu keburukannya, mencatat baginya tujuh puluh dua ribu kebaikan, dan menghapus tujuh puluh ribu keburukan kedua orang tuanya.”  (Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah: 65)

Doa Rasulullah saw di Malam Nishfu Sya’ban

Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang paling utama sesudah malam Al-Qadar. Di dalamnya Allah swt membagikan rejeki kepada hamba-hamba-Nya, memberikan karunia kepada mereka, dan mengampuni dosa-dosa mereka. Berikut ini di antara doa Rasulullah saw di malam Nishfu Sya’ban:

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على محمد وآل  محمد

اَللًّهُمَّ اقْسِمْ مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ رِضْوَانَكَ، وَمِنَ الْيَقِينِ مَا يَهُونُ عَلَيْنَا بِهِ مُصِيبَاتُ الدُّنْيَا. اَللًّهُمَّ اَمْتِعْنَا بِاَسْمَاعِنَا وَاَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا ما اَحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الْوارِثَ مِنَّا، واجْعَلْ ثأرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا، وَانْصُرنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا، وَلاَ تَجْعَلْ مُصيبَتَنَا في دينِنَا، وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيا اَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا، بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Ya Allah, karuniakan kepada kami

rasa takut kepada-Mu, rasa takut yang menghalangi dari maksiat pada-Mu    ketaatan pada-Mu, ketaatan  yang menyampaikan kami pada ridha-Mu

dan keyakinan yang dengannya musibah dunia tidak menghinakan kami

Ya Allah

Karuniakan kepada kami dengan pendengaran kami, pandangan kami dan kekuatan kami, kenikmatan yang Kau izinkan dalam hidup kami.

Jadikan semua itu pewaris dari kami

Jadikan tuntutan kami terhadap orang-orang yang menzalimi kami

Bantulah kami terhadap orang-orang yang memusuhi kami

Jangan jadikan bagi kami musibah dalam agama kami

Jangan jadikan dunia sebagai cita-cita utama kami dan menjadi tujuan ilmu kami

Jangan biarkan kami dikuasai oleh orang yang tidak menyayangi kami, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi. (Mafatihul Jinan, bab 2, pasal 2).

Amalan Nisyfu Sya’ban:

    Mandi sunnah, manfaatnya agar dosa-dosa kita diringankan oleh Allah swt.
    Menghidupkan malam ini dengan shalawat, doa dan istighfar.
    Ziarah atau membaca doa ziarah kepada Imam Husein cucu Rasulullah saw. Ziarah ini merupakan amalan yang paling utama pada malam Nishfu Sya’ban, dan menjadi penyebab dosa-dosa diampuni Dalam suatu hadis disebutkan:

“Barangsiapa yang ingin berjabatan tangan dengan ruh para Nabi, maka hendaknya berziarah kepada Al-Husein (sa) malam ini. Ziarah yang paling singkat mengucapkan salam kepadanya, yaitu:

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يا اَبا عَبْدِ اللهِ، السَّلامُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاتُهُ

    Membaca shalawat yang dibaca setiap matahari tergelincir
    Membaca doa Kumail.
    Membaca Ziarah Aminullah.
    Membaca zikir berikut, masing-masing (100 kali), agar Allah mengampuni dosa-dosa yang lalu dan memperkenankan hajat-hajat dunia dan akhirat:

user comment
 

latest article

  Wara’ Dan Takwa (3)
  SYUKUR AKTUAL
  DIMANAKAH LETAK KEINDAHAN MANUSIA?
  Inqitha’ Kepada Allah SWT
  SYUKUR AKTUAL
  Gus Mus dan Akhlak yang Hilang dari Kita
  Rahasia Jeritan Ayatullah Behjat Ketika Mengucapkan Salam dalam Shalat
  Cerita Sufi Jalaluddin Rumi: Orang India dan Gajah‏
  Cara Al-Quran Mengajak Manusia Berbuat Baik
  Mencari Tasawuf Rasional