Indonesian
Sunday 19th of November 2017
code: 81838
Dahsyatnya Kasih Sayang Allah

Ketika Fir’aun berkata,

فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى

(Fir’aun) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.” (QS.an-Nazi’at:24)

Bagaimana  cara Allah swt membalas kesombongannya ? Allah berfirman kepada Musa dan Harun as,

فَقُولَا لَهُ قَوْلاً لَّيِّناً لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى

“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.” (QS.Thaha:44)

Seorang bijak yang mendengar ayat ini berkomentar,

MAHA SUCI ENGKAU YA ALLAH……

JIKA SEPERTI INI KASIH SAYANG-MU KEPADA FIR’AUN YANG MENGAKU SEBAGAI TUHAN YANG PALING TINGGI, MAKA BAGAIMANA KASIH SAYANG-MU KEPADA HAMBA YANG SETIAP HARI BERSUJUD KEPADA-MU SERAYA BERKATA,

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْاَعْلَى

“Maha Suci Tuhanku (Allah) yang Maha Tinggi.”

JIKA SEPERTI INI KASIH SAYANG-MU KEPADA FIR’AUN YANG BERUCAP,

مَا عَلِمْتُ لَكُم مِّنْ إِلَهٍ غَيْرِي

“Aku tidak mengetahui ada Tuhan bagimu selain aku.” (QS.al-Qashas:38)

MAKA BAGAIMANA KASIH SAYANG-MU KEPADA HAMBA YANG SELALU BERKATA,

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

“Tidak ada tuhan selain Allah…”

Sungguh, Murka Allah akan menimpa orang-orang yang benar-benar tidak mau menerima kasih sayang-Nya. Begitu lembut cara Allah menghadapi Fir’aun yang telah melampaui batas, namun Fir’aun tetap tidak mau menerima kasih sayang dan petunjuk dari-Nya.

وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنقَلَبٍ يَنقَلِبُونَ

“Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS.asy-Syuara:227)

Marilah kita bersyukur memiliki Tuan yang begitu pengasih dan penyayang, semoga kita termasuk orang-orang yang mensyukuri kasih sayang Allah dengan mengikuti semua perintah dan larangan-Nya.

user comment
 

latest article

  Dosa-dosa Besar dan Dosa-dosa Kecil (8)
  Rahasia Sholat Menurut Pandangan Ayatullah Behjat (qs)
  Merajut Ridha Ilahi
  Arbain Walk bukan Momen untuk Raup Keuntungan Pribadi
  Rintihan Pendosa di Malam Qadar
  Hasad
  Wara’ Dan Takwa (5)
  Konsep Insan Kamil dalam Perspektif Ibnu Arabi
  Mulla sadra dan pertanyaan tentang realitas (1)
  Irfan Teoritik Ibn ‘Arabî dalam Pandangan Mullâ Shadrâ(2)