Indonesian
Friday 20th of October 2017
code: 81839
Falasafah Ujian Ilahi

Terdapat banyak pembahasan tentang masalah ujian Ilahi ini. Pertanyaan pertama yang akan muncul di dalam pikiran adalah bukankah ujian adalah agar kita mengenal seseorang atau segala sesuatu yang kabur dan mengurangi tingkat kebodohan kita? Jika demikian adanya, lalu mengapa Allah swt. yang ilmu-Nya telah meliputi segala sesuatu, mengetahui semua rahasia lahir dan batin, mengetahui langit dan bumi dengan ilmu-Nya yang tak terbatas- masih merasa perlu untuk menguji manusia? Apakah ada sesuatu yang tersembunyi bagi-Nya sehingga untuk mengetahuinya Dia harus memberikan ujian kepada manusia?

Jawaban atas pertanyaan penting ini dapat dipecahkan dengan merenungkan realita bahwa ujian dan cobaan yang diberikan oleh Allah swt. sangatlah berbeda dengan ujian-ujian yang ada pada kita. Ujian-ujian yang ada pada kita adalah untuk mengenal lebih banyak dan menyingkapkan kejahilan. Akan tetapi, ujian Ilahi pada dasarnya bertujuan untuk pendidikan.

Sebagai contoh misalnya untuk menghasilkan seorang serdadu yang kuat dan kokoh di medan perang, para tentara dan serdadu harus dibawa ke medan-medan perang buatan, dan meninggalkan mereka di dalam keadaan yang sulit, seperti kehausan, kelaparan, dingin, panas dan kondisi-kondisi kritis, sehingga mereka menjadi serdadu yang kuat dan matang. Inilah  rahasia dari ujian Ilahi.

Al-Qur’an juga menjelaskan hakikat ini: “… dan Allah [berbuat demikian] untuk menguji apa yang ada di dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang berada di dalam hatimu.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 154)

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib a.s. memberikan penjelasan yang penuh makna tentang filsafat ujian Ilahi ini dalam ungkapannya: “Dan meskipun Allah lebih mengetahui keadaan spiritual para hamba-Nya daripada mereka sendiri, akan tetapi Dia tetap memberikan ujian kepada mereka untuk menampakkan perbuatan-perrbuatan baik dari perbuatan yang buruk dan sebaliknya, dan ini merupakan tolok ukur perolehan pahala atau siksa.”

user comment
 

latest article

  EMPATI : JALAN MEMUHAMMADKAN DIRI
  TRIK-TRIK MENDIDIK JIWA
  MENGENAL NAFS (I)
  Perintah Birrul Walida’in dalam Al-Qur’an
  Sayidah Zainab as, Srikandi Keadilan
  DUA LANGKAH IMAM 'ALI
  Fatimah Az-Zahra, Perempuan Teladan Dunia
  Imam Sajjad, Simbol Keagungan Akhlak dan Spiritualitas
  Mengenal Imam Ali Zainal Abidin as
  Sejarah Syiah: Sejak Zaman Rasulullah SAW sampai Abad 14 H