Indonesian
Tuesday 26th of September 2017
code: 81991
Puluhan Ribu Massa Gelar Demonstrasi Anti Erdogan di Turki

puluhan ribu orang memadati aksi unjuk rasa kelompok oposisi di Istanbul, Turki, ahad (9/7). Aksi ini adalah pengumpulan massa terbesar dalam beberapa tahun terakhir oleh kelompok yang berseberangan dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Lautan manusia memenuhi sebuah lapangan di wilayah Maltepe, sisi Asia Istanbul yang mengakhiri aksi yang disebuta "Jalan Keadilan". Aksi ini merupakan akhir dari sebuah "long march" sejauh 450 kilometer dari Ankara ke Istanbul yang dilakukan pemipin Partai Rakyat Republik (CHP) Kemal Kilicdaroglu.

Kilicdaroglu mulai berjalan kaki dari Ankara pada 25 hari lalu untuk meprotes penangkapan salah seorang anggota parlemen CHP. Aksi jalan kaki ini dengan cepat menjadi sebuah aksi unjuk rasa besar yang menentang ketidakadilan di bawah pemerintahan Erdogan.

"Tak seorang pun boleh berpikir bahwa aksi ini adalah yang terakhir. Aksi ini adalah langkah pertama," kata Kilicdariglo di hadapan massa pendukungnya. "Semua orang harus tahu bahwa 9 Juli merupakan sebuah sejara baru, kelahiran baru," tambah Kilicdaroglu.

Unjuk rasa ini adalah aksi oposisi terbesar di Istanbul sejak unjuk rasa anti-Erdogan yang dipicu rencana renovasi taman Gezi pada Mei-Juni 2013. Biasanya, hanya Erdogan yang mampu mengumpulkan massa dalam jumlah besar dan Erdogan juga pernah mengumpulkan massa di kawasan Maltepe ini.

user comment
 

latest article

  Suasana Majelis Pembacaan Doa Nudbah di Masjid Jamkaran pada Jumat Pertama Muharram
  Muslim Syiah Sierra Leone Adakan Majelis Duka Husaini di Malam Pertama Muharram
  Ini Pendapat GP Ansor tentang Pembubaran Seminar Sejarah 65 di LBH Jakarta
  Ditipu ISIS, Bocah Mantan ISIS Akui Menyesal
  Banyak Berita dan Informasi mengenai Iran dan Syiah itu Hoax
  Suasana Peringatan Idul Ghadir di New Port, Wales
  Persatuan Ulama Islam Serukan Perlindungan Warga Muslim Rohingya
  Bertemu Suu Kyi, Menlu Akan Sampaikan Proposal Indonesia Terkait Konflik di Rakhine State
  Pemerintah Berkomitmen Bantu Atasi Krisis Kemanusiaan di Myanmar
  Hizbullah Menerima Jasad Syahid Mohsen Hojaji dari ISIS