Indonesian
Tuesday 12th of December 2017
code: 82040
Haji, Peluang Terbaik untuk Umumkan Posisi terkait al-Aqsa

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menilai haji sebagai waktu dan tempat terbaik untuk mengumumkan posisi umat Islam terkait dengan isu Palestina, Masjid al-Aqsa dan kehadiran jahat Amerika Serikat di kawasan.

Ayatullah al-Uzma Sayid Ali Khamenei mengungkapkan hal itu dalam pidatonya di hadapan para pejabat dan staf penanggung jawab haji tahun ini, pada Minggu (30/7). Rahbar menyebut "bara'ah dari orang-orang Musyrik" sebagai peluang untuk mengumumkan posisi tentang isu-isu yang diterima oleh umat Islam.

"Salah satu isu ini adalah masalah Masjid al-Aqsa dan al-Quds, di mana dalam beberapa hari ini semakin mengemuka dan menjadi perhatian disebabkan kelancangan, penodaan dan kejahatan rezim perampas dan jahat Zionis (Israel)," kata Ayatullah Khamenei.

Ia menegaskan, isu Palestina sama sekali tidak boleh diabaikan dan isu ini merupakan fokus utama masalah dunia Islam. "Apa ada tempat yang lebih baik daripada Baitullah Haram, Mekah, Madinah, Arafah, Mash'ar dan Mina untuk mengekspresikan keyakinan dan posisi bangsa-bangsa Muslim terkait dengan Palestina dan Masjid al-Aqsa?" ujarnya.

Rahbar lebih lanjut menilai intervensi dan kehadiran jahat AS di negara-negara Muslim dan kawasan serta penciptaan kelompok-kelompok teroris Takfiri sebagai salah satu isu penting lain, di mana bangsa-bangsa Muslim harus mengumumkan sikap mereka terkait hal itu ketika berhaji. Ayatullah Khamenei menegaskan, yang lebih jahat dari semua gerakan-gerakan teroris adalah rezim Amerika sendiri.

Menurut Rahbar, upaya bangsa-bangsa Muslim terkait dengan persatuan adalah sangat penting. "Ketika miliaran dolar dihabiskan untuk menciptakan perpecahan, konflik dan permusuhan di antara kaum Muslimin, umat Islam harus berhati-hati untuk tidak membantu pepercahan ini," imbuhnya.

Pemimpin Besar Revolusi Islam lebih lanjut menegaskan, tuntutan serius dan terus-menerus Iran adalah menjaga keamanan, kemuliaan, kesejahteraan dan kenyamanan semua jemaah haji terutama jemaah haji Republik Islam, di mana keamanan haji berada di bawah tanggung jawab negara yang menangani Haramain ash-Sharifain.

user comment
 

latest article

  Tentara Irak Temukan Pekuburan Massal Korban Keganasan ISIS
  Robert Mugabe Mundur dari Jabatan Presiden Zimbabwe
  Presiden Jokowi Akan Susun Jadwal Pertemuan Ulama Afghanistan dan Indonesia
  Salah Seorang Komandan Hasyd al-Syu'ba Gugur Akibat Ranjau di Kota Rawa Irak
  Ideologi Pancasila Harus Terus Disampaikan kepada Anak-Anak
  Presiden Jokowi Hadiri Gala Dinner KTT APEC
  Yang Naik kepada Allah itu Iman atau Amal Sholeh?
  Haram Imam Ridha as Sambut dan Layani 20 Ribu Peziarah Pakistan
  Helikopter Saudi Jatuh Dekat Perbatasan Yaman, Sejumlah Pejabat Tewas
  Lagi, Kiai Said dan Habib Luthfi Masuk 50 Teratas Muslim Berpengaruh Sedunia