Indonesian
Monday 25th of September 2017
code: 82146
Wuquf di Arafah dalam Perspektif Syiah

ari Arafah adalah hari ke-9 Dzul Hijjah wajib bagi yang menunaikan Haji untuk Wuquf di Arafah dari mulai Dhuhur sampai matahari terbenam.

Apa itu Arafah?

Arafah dari kata Arafa-Yarifu yang bermakna mengetahui, memahami atau mengenal.

1. Salah satu tafsir penamaan arafah adalah ketika Jibril mengajarkan manasik Haji kepada Nabi Adam As, beliau bertanya kepada Adam as “Hal Arafta?” Apakah engkau sudah memahaminya wahai Adam as? Adam as menjawab, Ya, saya sudah faham. Semenjak itu nama tempat yang menjadi percakapan antara Adam as dan Jibril menjadi Arafah.

2. Salah satu sebab penamaan Arafah adalah Sebuah tempat dimana ketika Adam as dan Hawa berbuat kesalahan, Mereka mengakui kesalahan mereka kepada Allah Swt maka tempat itu juga disebut ” I’tiraf Dzunub”yaitu pengakuan segala dosa dan kesalahan kepada sang Pencipta.

3. Arafah dinamakan Arafah karena sebelum tamu-tamu Allah swt memasuki Haram Allah swt, mereka harus merenung di Arafah kebesaran Allah swt dan mengakui segala kesalahan dan dosa mereka, sehingga ketika mereka berangkat menuju Rumah Allah swt, mereka kembali Suci dan layak menjadi tamu-tamu hakiki-Nya.

Wuquf di Arafah

Wuquf di Arafah memiliki muatan keagungan Ilahi untuk hamba-hambaNya. Imam Ali as berkata terkait Wuquf di Arafah,
“Arafah adalah sebuah tempat diluar lingkungan haram. Dikarenakan setiap hamba yang Haji harus diluar haram terlebih dahulu. Selama di Arafah mereka harus berdoa, bermunajat, menangis dan meratap hingga memiliki kelayakan untuk memasuki Haram Allah swt. “

Ketika wuquf di Arafah, mereka harus bermunajat dengan doa-doa khusus Arafah sehingga mereka ketika memasuki haram , mendapatkan kelayakan Allah swt.

Imam Shadiq as mamaknai Wuquf di Arafah adalah memperbaharui perjanjian kita dengan Allah Swt ketika di Alam Dzar.

Imam Shadiq as berkata,
وَجَدِّد عَهدَکَ عِندَ اللهِ تَعالی بِوَحدانیَّتِهِ

Perbaharuilah Janjimu kepada Allah Swt dengan meng-EsakanNya.
Imam Shadiq as juga mengatakan bahwa Wuquf di Arafah adalah tempat diampunkannya dosa seorang hamba. Sebesar apapun dosanya ketika wuquf di arafah, akan terampuni.

Bahkan Imam Shadiq as mengibaratkan, bagi orang-orang yang dosanya ketika dibulan suci Ramadhan tidak terampuni, untuk Wuquf di Arafah. Karena Arafah adalah tempat dimana Adam dan Hawa diampuni dan diterima taubatNya (Sub ha-e Hujjaj Ayatullah Jawadi Amuli)

Hari Arafah (9 Dzul Hijjah) adalah hari besar dan layak dijadikan hari Raya, karena disana Allah swt tidak ada jalan lain kecuali mengampuni dosa-dosa hambaNya. Untuk itu, bagi yang sakit, Faqir, Miskin, tidak memiliki Waktu yang cukup untuk pergi haji, Islam agama rahmat dan kasih sayang mereka bisa bermunajat di tempat mereka masing-masing. Hendaknya berjamaah karena berjamaah lebih dekat kepada terkabulnya pahala.

Untuk itu, para pecinta Ahlul Bayt, sebelum Dhuhur sudah mengirim pesan-pesan singkat untuk tidak lupa mendoakan mereka di hari agung ini. Terlebih bagi mereka yang mampu ke Karbala, untuk bermunajat dengan doa Arafah yang diajarkan Imam Husein as.

Mereka ke Karbala bukan karena mereka mendahulukan Haji dari Ziarah, namun mereka memiliki halangan Syar’i sehingga tak mampu pergi haji, bagaimanapun wuquf di Arafah lebih utama dari tempat manapun. Namun, Allah swt yang maha lembut mengetahui banyak hamba yang ingin bermunajat dan berkhalwat denganNya di Hari Arafah.

Untuk itu, tempat utama setelah Arafah para Imam menganjurkan di Karbala tempat disemayamkannya Dzabihullah al-Adhim pengajar Munajat dan doa Arafah yang indah. Adapun jika tidak mampu ke Arafah dan Karbala, maka bisa dilakukan ditempat lapang berjamaah untuk mengambil tabarruk dari Arafah.

Semoga kaum Muslimin yang pergi haji ke tanah suci kembali dengan selamat, dan menjadi Haji mabrur dan makbul ilahi amien.

[Abu Syirin Al-Hasan]

user comment
 

latest article

  Kisah di Balik Lukisan Terkenal Asyura
  Falsafah Menangis atas Imam Husain as(2)
  Falsafah Menangis atas Imam Husain as(1)
  Asyura: Epik Cinta, Pengabdian dan Kesetiaan (2)
  Al-Quran dalam Kehidupan Imam Husein as
  EPISODE TERAKHIR KARBALA; Mengapa Harus putra putri kecil itu
  Mengenal Karakteristik Unggul Imam Husein as
  Majelis Duka, Ritual Melestarikan Asyura.
  Pentingnya Memperingati Tragedi Asyura
  FALSAFAH KEBANGKITAN IMAM HUSAIN