Indonesian
Sunday 24th of September 2017
code: 82010
Muslimah Pertama Peraih Nobel Matematika asal Iran Tutup Usia

dunia matematika kehilangan salah seorang tokoh penting. Maryam Mirzakhani ilmuan pakar Matematika terkenal dari Iran tutup usia pada usia 40 tahun setelah empat tahun mengidap penyakit kanker. Perempuan pertama yang meraih nobel untuk kategori matematika tersebut lahir di Tehran pada tahun 1977 dan semasa hidupnya bekerja di Stanford sebagai guru besar matematika sejak tahun 2008. 

 

Awal prestasi gemilang Maryam Mirzakhani diraihnya pada tahun 1990 dengan meraih medali emas pada olimpiade internasional matematika. Ia melanjutkan pendidikan tingkat tingginya Universitas Harvard Amerika Serikat dan meraih predikat mahasiswa terbaik dan mencapai gelar doktor di universitas tersebut pada tahun 2004. Tidak lama, ia dikukuhkan sebagai professor di Stanford University saat usianya masih menginjak 31 tahun. Pada tahun 2014 ia meraih Fields Medal (semacam nobel dalam bidang matematika) untuk penelitiannya dalam bidang sistem dinamik dan geometri kompleks. 

 

Capaian Mirzakhani di Fields Medal merupakan capaian bersejarah. Mirzhakani merupakan perempuan pertama yang memperoleh penghargaan tersebut. Ia juga sekaligus menjadi warga negara Iran pertama dalam daftar penerima penghargaan. 

 

Professor Dame Frances Kirwan, anggota Komite Seleksi dari University of Oxford, pada saat itu mengatakan bahwa kemenangan Mirzakhani adalah sesuatu yang fenomenal. "Saya berharap banyak gadis dan perempuan muda, baik dari negara ini (Iran) maupun dari seluruh dunia, agar dapat percaya bahwa dirinya mampu memenangkan Fields Medal di masa depan," ucap Kirwan sebagaimana dilansir dari BBC.

 

Fields Medal merupakan ajang paling bergengsi di bidang matematika. Kegiatan ini hanya diselenggarakan empat tahun sekali dan menjadi tolok ukur capaian setiap ilmuwan. 

Meninggalnya Mirzakhani merupakan kehilangan besar bagi dunia matematika. "Cahaya itu padam hari ini. Ini begitu membuat saya sedih... ia pergi terlalu cepat," ucap salah satu ilmuwan NASA, Firouz Naderi, lewat unggahan di Instragram. 

 

Keharuan juga menyergap kampung halamannya. Dikutip Tehran Times, Presiden Iran, Hassan Rouhani, ikut menunjukkan bela sungkawa atas kabar meninggalnya Mirzakhani. "Kepergian Mirzakhani adalah kabar yang menyedihkan, ia merupakan warga Iran yang istimewa dan ilmuwan matematika paling unggul di dunia," ucap Rouhani. 

 

Hampir selama empat tahun, Mirzakhani berjuang melawan kanker yang dideritanya. Sel kanker yang menyebar ke tulang membuat kondisinya semakin lemah sampai menghembuskan nafas yang terakhir pada sabtu (15/7).

user comment
 

latest article

  Pentingnya Memperingati Tragedi Asyura
  FALSAFAH KEBANGKITAN IMAM HUSAIN
  Asyura, Mengukir Semangat Juang dan Cinta
  ASYURA DAN REKAYASA SOSIAL
  Al Husain dalam Pergerakan dengan Dasar keyakinan dan Keimanan
  Beramal Saja Tak Cukup
  Dahsyatnya Memberi !
  Gibah dan Macamnya
  Makna dan Hakikat Sabar
  ARTI SIKAP BAIK