Indonesian
Friday 24th of November 2017
code: 82337
Lagi, Kiai Said dan Habib Luthfi Masuk 50 Teratas Muslim Berpengaruh Sedunia
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dan Rais Aam Idarah Aliyah Jam’iyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah Habib Muhammad Luthfi bin Yahya kembali menempati 50 teratas dari 500 muslim paling berpengaruh di dunia.
 
Riset tentang tokoh muslim berpengaruh tersebut dilakukan oleh Royal Islamic Strategic Studies Centreyang berkedudukan di Amman, Yordania. Riset The 500 Most Influential Muslim ini dilakukan secara bertahap setiap tahun dan pertama kali dilakukan pada 2009 lalu.
 
Tercatat, Habib Luthfi pada 2015 dan 2016 berturut-turut menempati posisi 48. Sedangkan pada riset yang dilakukan pada 2017, Pimpinan Majelis Sholawat Kanzus Pekalongan ini menempati urutan 45.
 
Adapun Kiai Said pada 2015 menempati urutan 17, pada 2016 berada di urutan 18. Sedangkan pada riset yang dilakukan tahun 2017 ini, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini menempati posisi 20.
 
Dalam kiprahnya, Kiai Said sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU dinilai mampu mempertahankan identitas kebangsaan bagi masyarakat Indonesia melalui pemahaman keagamaan. Bahkan, NU konsisten menebarkan Islam ramah dan moderat dalam skala global.
 
Dalam bidang pelayanan sosial, NU juga dianggap berkontribusi positif terhadap apa yang menjadi kebutuhan masyarakat melalui sejumlah lembaga dan perangkat di tubuh NU.
 
Dalam bidang hak-hak masyarakat, NU juga konsisten melindungi apa yang menjadi hak-hak minoritas sesuai konstitusi negara sehingga keharmonisan hidup berbangsa dan bernegara tetap terjaga. 
 
Dalam bidang pendidikan juga demikian, NU dinilai mampu melakukan berbagai transformasi pendidikan bagi masyarakat Indonesia, terutama melalui lembaga pendidikan tertua di Indonesia yaitu pesantren.
 
Sementara itu, tokoh NU lainnya, Habib Luthfi memberikan kontribusi penting dalam jejaring keilmuan tasawuf di dunia melalui sejumlah tarekat. Habib Luthfi menjadi salah seorang Mursyid yang menjadi tujuan para pengamal tarekat di dunia untuk berbait.
 
Atas reputasi spiritualnya tersebut, kegiatan majelis dzikir dan sholawatnya di Pekalongan, Jawa Tengah kerap dihadiri oleh sejumlah ulama-ulama internasional dari lintas tarekat. Selain itu, majelis rutinnya juga dihadiri oleh ribuan jamaah dari seluruh Indonesia.
 
Muslim Indonesia lainnya yang kembali menempati 50 teratas yaitu Presiden Joko Widodo dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Din Syamsuddin. Pada 2017 ini, Jokowi menempati posisi 13 dan Din Syamsuddin berada di urutan 41. 
 
Para periset The 500 Muslim melakukan penelitian dengan menggali penilaian masyarakat terhadap tokoh-tokoh muslimnya di negara mereka masing-masing.
user comment
 

latest article

  Tentara Irak Temukan Pekuburan Massal Korban Keganasan ISIS
  Robert Mugabe Mundur dari Jabatan Presiden Zimbabwe
  Presiden Jokowi Akan Susun Jadwal Pertemuan Ulama Afghanistan dan Indonesia
  Salah Seorang Komandan Hasyd al-Syu'ba Gugur Akibat Ranjau di Kota Rawa Irak
  Ideologi Pancasila Harus Terus Disampaikan kepada Anak-Anak
  Presiden Jokowi Hadiri Gala Dinner KTT APEC
  Yang Naik kepada Allah itu Iman atau Amal Sholeh?
  Haram Imam Ridha as Sambut dan Layani 20 Ribu Peziarah Pakistan
  Helikopter Saudi Jatuh Dekat Perbatasan Yaman, Sejumlah Pejabat Tewas
  Lagi, Kiai Said dan Habib Luthfi Masuk 50 Teratas Muslim Berpengaruh Sedunia