Indonesian
Friday 23rd of February 2024
0
نفر 0

Waktu waktu Istimewa Untuk Berdoa Agar Mustajab

Waktu waktu Istimewa Untuk Berdoa Agar Mustajab



Doa merupakan salah satu cara seorang hamba untuk

berkomunikasi dengan Sang Khalik. Ia sekaligus bukti

kelemahan dan ketidakberdayaan seorang hamba. Namun

terkadang manusia lupa berharap ketika dirinya

bergelimang dengan harta, seluruh keinginannya

dipenuhi, dan diberikan nasib mujur. Seakan-akan doa

hanya untuk orang yang susah saja.

Pada dasarnya berdo’a bisa dilakukan kapanpun dan di

manapun. Akan tetapi, ada waktu dan momen tertentu

yang sangat baik digunakan untuk berdoa. Hal ini

sebagaimana yang dijelaskan Imam Ghazali dalam Ihya

Ulumuddin,
أن يترصد لدعائه الأوقات الشريفة كيوم عرفة منالسنة ورمضان من الأشهر ويوم الجمعة من الأسبوع ووقت السحر من ساعات

الليل

Hendaklah mengamati atau memilih waktu-waktu yang baik

untuk berdoa. Di antara waktu yang baik berdo’a adalah

hari Arafah, puasa Ramadhan, hari Jum’at, dan waktu

menjelang Subuh.

Kemudian Imam Ghazali menambahkan:
أن يغتنم الأحوال الشريفة قال أبو هريرة رضي الله عنه إن أبواب السماء تفتح عند زحف الصفوف في سبيل الله تعالى وعند نزول

الغيث وعند إقامة الصلوات المكتوبة فاغتنموا الدعاء فيها

Hendaklah mempergunakan kesempatan berdoa pada

keadaaan-keadaan yang mulia. Berdasarkan hadis riwayat

Abu Hurairah, “Sesungguhnya pintu-pintu langit dibuka

ketika perang fi sabilillah berkecamuk, turunnya

hujan, ketika sholat wajib, maka perbanyaklah berdoa

pada waktu itu.”
Laiknya ibadah pada umumnya, doa juga memiliki waktu

dan momen tertentu yang dianggap lebih utama dibanding

waktu yang lain. Perlu digarisbawahi, hal ini bukan

bermaksud untuk membatasi substansi doa itu sendiri.

Sebab bagaimanapun, doa bisa dilakukan kapan dan di

mana saja.

Karenanya, kita sebaiknya tidak melewatkan kesempatan

untuk berdoa kapan saja terutama ketika waktu-waktu

yang afdhal itu. Wallahu a’lam.

 

0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Shalawat, Hadiah Ilahi kepada Mukmin
Asyura: Epik Cinta, Pengabdian dan Kesetiaan (I)
Wanita dalam Perspektif Fathimah az-Zahra as
Apa maksud Imam Ali As atas diamnya Allah Swt terhadap sebagian hukum? Dan mengapa Imam ...
Makna “al-Qurba” pada ayat 23 surah Syura
Imam Husein as dalam Pandangan Ulama Ahlusunnah
Memperingati Hari Kelahiran Imam Ali Ridha as
Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
Sayyidah Fathimah az Zahra; Biografi dan Kepribadiannya
Nabi Muhammad saww Adalah Penentu Para Imam Mazhab Syi’ah

 
user comment