Indonesian
Thursday 18th of July 2024
0
نفر 0

Apakah Agama Muncul dari Kejahilan?

Apakah Agama Muncul dari Kejahilan?

Salah seorang sosiolog ternama mengatakan “Meskipun ilmu dan sains telah berhasil menyingkap berbagai misterius, namun betapa yang telah tersingkap itu masih kabur di balik tirai ilmu. dan keperluan untuk memahami hal-hal misterius ini telah menyebabkan kemunculan agama.

Salah seorang filsuf materialis menambahkan bahwa tatkala manusia menatap kejadian-kejadian sejarah, dengan alasan yang sangat jelas mereka membayagkan bahwa ilmu (baca:sains) dan agama adalah dua musuh bebuyutan yang tidak dapat berdamai. Sebab jika sesorang meyakini hukum kausalitas, pada detik yang sama ia tidak dapat memberikan peluang pada akalnya untuk membayangkan bahwa barangkali terjadi dalam lintasan peristiwa-peristiwa yang menciptakan rintangan dan kendala atas terjadinya sebuah peristiwa.

Sederhananya, mereka hendak mengklaim bahwa ketidaktahuan manusia terhadap sebab-sebab alami telah menyebabkannya berpikir akan adanya kekuatan diluar alam yang menciptakan dan mengatur semesta raya ini. Dengan demikian, tidak terungkapnya faktor dan sebab-sebab alami ini menjadi alasan baginya untuk meyakini keberadaan Tuhan dan agama.

Kesalahan dasar para penggagas pendapat ini akan terlihat jelas pada poin-poin berikut:
Pertama, mereka membayangkan bahwa beriman kepada keberadaan Tuhan berarti mengingkari hukum kausalitas. Dan kita berlaku sebagai seorang hakim; apakah kita harus menerima sebab-sebab alami tersebut atau menerima keberadaan Tuhan?

Padahal dalam filsafat islam, meyakini hukum kausalitas dan menyingkap sebab-sebab alami merupakan salah satu jalan yang terbaik untuk dapat mengenal Tuhan.

Kita tidak pernah mengkaji Tuhan diantara ketakberaturan dan kejadian-kejadian yang tak jelas. Akan tetapi kita menemukan-Nya diantara keteraturan-keteraturan alam semesta. Karena, adanya keteraturan ini merupakan penanda jelas atas wujud satu Sumber Awal bagi alam semesta dan wujud Kekuatan yang mengaturnya.

Kedua, mengapa mereka lalai bahwa sesungguhnya manusia semenjak dahulu hingga hari ini melihat adanya sistem yang khas yang berlaku di jagad raya ini. Menafsirkan sistem ini dengan sebab-sebab irasional tidak mungkin dapat diterima. Dan mereka menganggap keutuhan sistem jagad raya ini sebagai pertanda wujud Tuhan. Akan tetapi, pada masa lalu, sistem ini tidak banyak dikenal orang. Dan semakin maju ilmu-pengetahuan manusia, semakin ia dapat menyingkap seluk-beluk sistem jagad raya ini. Dengan demikian, ilmu dan kemahakuasaan Sumber Awal bagi keberadaan semesta ini akan semakin gamblang.

Atas dasar ini, kita yakin bahwa iman kepada keberadaan Tuhan dan agama relevan dengan kemajuan ilmu danpengetahuan. Dan setiap penemuan baru dan aturan-aturan jagad raya ini merupakan langkah baru untuk pengenalan yang semakin cermat terhadap Tuhan. Apa yang dapat kita lakukan hari ini dalam ragka mengenal Tuhan tentu tidak pernah dikenal oleh manusia zaman dahulu, lantaran mereka tidak menikmati kemajuan ilmu pengetahuan.

0
0% (نفر 0)
 
نظر شما در مورد این مطلب ؟
 
امتیاز شما به این مطلب ؟
اشتراک گذاری در شبکه های اجتماعی:

latest article

Sifat-sifat Tuhan
DIALOG ANTARA MUSLIM DAN KRISTIAN [6]
Efek Buruk dari Dosa
Persatuan itu adalah Kekuatan Islam yang Determinan
Penerbit Majma Jahani Ahlulbait as kembali Terlibat dalam Pameran Buku Internasional ...
Kedudukan Al-Quran dalam Mazhab Islam Syiah
Pengaruh Iman Kepada Hari Akhir bagi Akhlak Manusia
Sunni, Syiah, atau Wahabi: Apa Bedanya?
Hukum Merampas (Ghasab)
Tafsir Al-Quran, Surat Al-Araf Ayat 1-5

 
user comment