Indonesian
Thursday 25th of May 2017
code: 81841
Ulama Marja Taklid Serukan Rakyat Iran Berpartisipasi dalam Pemilu

sejumlah ulama marja taklid Iran menyerukan agar sebanyak-banyaknya warga berpartisipasi dalam pemilihan umum ke-12 yang berlangsung pada Jum'at (19/5) di negara tersebut. 

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamanei dalam pertemuan akbar dengan ribuan warga Iran dari berbagai provinsi menegaskan pentingnya berpartisipasi dalam pemilihan umum yang menurutnya peraih kemenangan yang sebenarnya dalam pemilihan umum yang berlangsung Jum'at (19/5) tersebut adalah rakyat Iran dan sistem pemerintah Islam. 

 

"Pesan pertama yang hendak disampaikan dengan kehadiran sebanyak-banyaknya warga dalam pemilu adalah kepercayaan dan kecintaan besar rakyat pada sistem pemerintahan Republik Islam. Pesan lainnya adalah kesetiaan rakyat untuk terus menghidupkan dan menjaga sistem republik Islam ini." Ungkap Rahbar. 

 

Ayatullah Sayid Ali Khamanei menegaskan, "Semakin banyak warga yang berpartisipasi dan memberikan suaranya pada kotak suara, maka menunjukkan harga diri dan kehormatan rakyat Iran semakin tinggi dan mulia dihadapan dunia internasional."

 

Sementara itu, Ayatullah al-Uzhma Nashir Makarim Shirazi di tempat yang berbeda mengatakan, "Ada beberapa pesan yang hendak saya sampaikan mengenai pemilu. Yang pertama, berpartisipasilah dan ikutlah secara serius dalam pemilu ini dengan memberikan suara pada kandidat yang diyakini akan memberikan perubahan yang lebih baik bagi negeri ini. Datangilah kotak-kotak suara dengan perasaan senang dan suka cita, sebab masa depan negara ditentukan dari pilihan anda."

 

"Selanjutnya, ingatlah, musuh-musuh sistem Republik Islam menghendaki agar warga yang ikut berpartisipasi dalam pemilu itu sedikit sehingga mereka akan mengembangkan wacana, kepercayaan rakyat pada pemerintahan Islam telah menipis dan menghendaki sistem lain. Karenanya, partisipasi dalam pemilu adalah pukulan telak bagi rencana musuh." Tambahnya. 

 

"Kepada para kandidat saya pesankan, untuk menerima hasil pilihan rakyat dengan lapang dada. Kemenangan ataupun kekalahan hal yang biasa dalam kompetisi. Hindarilah hal-hal yang dapat dimanfaatkan musuh untuk merusak persatuan rakyat. Jangan ada yang berencana, akan lebih dulu melakukan pesta kemenangan sebelum hasil pemilu secara resmi diumumkan, sebab itu akan menimbulkan kegaduhan." Lanjut ulama hauzah ilmiah Qom tersebut. 

 

"Jauhlah segala bentuk pengkhianatan dan kecurangan, sebab semua itu akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat." Tegasnya.

 

Ayatullah Makarim Shirazi melanjutkan, "Siapapun kandidat yang kalian pilih, itu berada pada pertanggungjawaban kalian, sebab pemilih dan yang dipilih dalam hal ini merupakan satu kesatuan yang pertanggungjawabannya sama, sehingga pilihlah kandidat yang benar-benar kalian percaya bisa amanah menjalankan janji-janji dan program-programnya. Kelalaian kalian dalam hal ini akan dipertanyakan di akhirat kelak. Jangan memberikan suara hanya karena ta'adzhub, cinta buta dan alasan-alasan yang personal. Jangan pula tidak memberikan suarah, sebab itu dapat menciderai arti pentingnya pemilu diadakan." 

 

"Jika pemilu telah selesai, hindari syiar-syiar kemenangan yang bisa menciderai persatuan dan kepada pihak dan pendukung yang kalah berikanlah dukungan sepenuhnya kepada yang terpilih, sebab tugas selanjutnya lebih berat dan hanya bisa terwujud dengan adanya persatuan nasional." Ungkap Ayatullah Makarim menutup pembicaraan. 

 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ayatullah Nuri Hamadani. Dalam pernyatannya ia mengatakan, "Kehadiran sebanyak-banyaknya warga Iran pada hari Jum'at untuk melibatkan diri dalam pemilu adalah bentuk pembelaan dan kesetiaan pada cita-cita revolusi Islam." 

 

Ayatullah Nuri Hamadani menegaskan, "Kullu yaumin Asyura dan kullu ardin Karbala, tidaklah secara khusus hanya untuk masa tertentu, demikian pula kezaliman Yazid tidak hanya menunjukkan sosok satu orang saja, melainkan perlawanan pada kezaliman harus berlangsung disetiap masa dan disetiap tempat. Musuh setiap saat berusaha hendak memadamkan cahaya Allah swt dan syiar Islam, karena itu harus dilawan dengan menunjukkan kesetiaan pada sistem pemerintahan Islam."

 

Ayatullah al-Uzhma Jawadi Amuli dalam pernyataannya mengatakan, "Saya mengajak semua warga yang telah memenuhi syarat untuk memilih agar hadir di kotak-kotak suara dan memberikan suaranya. Keterlibatan rakyat dalam pemilu merupakan cerminan kepedulian rakyat akan masa depan perjalanan negara ini."

 

Sebagaimana diberitakan, pemilihan umum Iran ke-12 untuk memilih presiden dan anggota parlemen akan dilaksanakan serentak diseluruh kota di Iran pada Jum'at (19/5). Ada 4 kandidat calon presiden dalam pemilihan tersebut, termasuk petahana Dr. Hassan Rouhani. 

user comment
 

latest article

  ISIS Klaim Pelaku Bom Bunuh Diri di Manchester Inggris
  Kiai Said dan Habib Luthfi Masuk Muslim Paling Berpengaruh Dunia 2017
  Majma Jahani Ahlul Bait as Kecam Keras Rezim Ali Khalifah atas Kekerasan yang Terjadi di Bahrain
  Iran Layak Disebut Negara Islam
  Qari Iran Raih Peringkat Terbaik di MTQ Internasional Malaysia
  Peringatan Hari Nakbah ke-69 Diwarnai Kericuhan
  Ulama Marja Taklid Serukan Rakyat Iran Berpartisipasi dalam Pemilu
  Pilpres Iran ke-12 Resmi Diadakan Hari ini
  Dunia Islam Harus Sadar, Rezim Saudi Berusaha Menghalangi Jalan Allah
  Menag Perintahkan Pimpinan PTKIN Cegah Faham Radikal Di Kampus